Rabu, 05 Agustus 2015

Kisah Nyata Seorang PSK

Kisah nyata temen saya ini, dia bercerita kurang lebih seperti yg salah tulis ini, mengenai nama dan tempat saya ganti...
PERLU DIPERHATIKAN!!!
Isi cerita sedikit mengandung unsur 18+, jadi disarankan untuk yg masih dibawah umur dilarang membaca kisah ini.

......
Perkenalkan nama saya Melati umur 24 tahun, sudah menikah,  tinggal di salahsatu kota besar di Indonesia. Disini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman pribadi hidup saya yang sangat membuat saya jera dan membuat saya ketakutan agar tidak mengulanginya lagi.
Cerita ini dimulai saat saya berumur 16 tahun, waktu dulu saya itu orangnnya sangat pendiam dan taat pada agama, namun setelah saya mengenal dengan yg namanya pacaran, semuanya berubah. Jujur ini memang bisa dikatakan sebuah aib bagi saya, tetapi apa salahnya jika hal  ini bermanfaat buat kita semua.
Suatu ketika, saat saya menginjak bangku SMA saya berkenalan dengan pria yang bernama Jaya, kebetulan kita itu satu kelas, lebih tepatnya kelas 10 IPA 1. Hingga suatu hari, si Jaya menembak saya, dan mengajak saya pacaran, Namun saya tolak dengan alasan ingin fokus sekolah, tetapi si Jaya masih tetap saja ingin mengajak saya pacaran, dari cara dia menembak saya di depan kelas  bahkan saat upacara hari senin,  karena saya lelah dan ada rasa senang juga akhirnya saya memilih untuk menerimanya.
Sebulan berlalu, pacaran yg kita jalani amatlah menyenangkan dan betul saja acaran itu indah banget, dari ngerjain tugas bareng ataupun saat jalan bareng, disitu ada moment tersendiri yaitu wanita perlu kasih sayang, namun siapa sangka mungkin waktu itu saya masih labil, hingga suatu hari ada hal yang tak terduga terjadi, Jaya yg dulu saya kenal orangnya baik, akhirrnya kelihatan kalo dia memang pria brengsek. Tepat  hari minggu jam 8 pagi, biasanya saya sering main kerumah Jaya, untuk melukis bareng, kebetulan hobi kita sama yaitu melukis. Si jaya menjemput saya dengan motor ninjanya, dia berdiri didepan gerbang sambil melambaikan tangannya ke arah saya, sebelum saya pergi saya tidak lupa berpamitan dengan Orang tua, minta ijin untuk mengerjakan tugas, sayangnya saat itu saya berbohong. Dan kita sudah berangkat hingga sesampainya dirumah Jaya, saya rada heran kenapa rumahnya sepi, tak seperti biasanya yang selalu ramai, si bibi juga yang biasanya menyiram tanaman tidak keliatan batang hidungnya. Awalnya saya takut untuk masuk, tapi karena waktu itu saya percaya kalau si Jaya orangnya baik-baik, akhirnya saya buang rasa takut itu...
Rumah Jaya memang besar, kalau dibandingkan dengan hotel tidak kalah saing, kebetulan karena orang tua Jaya adalah orang yg mempunyai perusahaan Air minum yg sukses di kota itu. Kita pun masuk, dan saya menunggu di ruang tamu sembari si Jaya mengambilkan minuman, sebelumnya ibu saya sms, bilang kalo dia kangen sama saya, kebetulan ibu saya baru pulang dari tempat kerjanya di luar kota, beliau mengatakan rindu karena sebulan tidak pernah bertemu. Tapi saya bilang kalau saya lagi sibuk! akhirnya si Jaya pun datang dengan membawa Juz jeruk kesukaan saya,  berhubung waktu itu saya haus, saya langsung meminumnya. kurang lebih 3 menit kemudian entah kenapa kepala saya langsung pusing, dan langsung jatuh pingsan, terakhir yg saya ingat waktu itu si Jaya merebahkan tubuh saya di ranjang kamarrya, dan membuka baju saya hingga saya telanjang bulat, waktu itu saya tidak bisa melakukan ataupun memberontak ketika si Jaya melakukan hal itu, dalam hati saya berpikir bahwa si Jaya sudah mengatur ini semua dari awal, dari memaksa saya untuk ke rumahnya, padahal hari itu saya menunggu ibu saya pulang, lalu kesempatan saat rumah lagi sepi, karena penghuni rumah lagi liburan ke Jogja dan parahnya ia sengaja memberi obat tidur pada Juz tadi, saya pasrah karena saya tidak bisa apa-apa, ketika si Jaya memulai aksi bejatnya saya melolong kesakitan hingga saya tidak sadarkan diri, hingga saat saya sadar, saya merasa kesakitan pada area kewanitaan saya. Dan saya kaget mengetahui bahwa selaput darah saya pecah, saya menangis mengetahui keperawanan saya hilang. Saya sangat menyesal demi Allah  karena saya sudah mengenal dengan yg namanya pacaran, saya terus menangis dengan sebuah selimut yang menutupi tubuh molek saya, lalu sebuah tangan pun membelai rambut saya dan suara lembut menggetarkan hati saya “tenang sayang, saya akan bertanggung jawab” ya rupanya itu adalah si Jaya, pria bengsek yang telah merenggut keperawanan saya. Saya masih tidak menyangka kenapa hal ini bisa terjadi, disaat itu rasanya saya pengen mati, berfikir bagaimana kalau keluarga saya tahu kalau keperawanan saya hilang? Dan bahkan tahu kalau saya hamil?? Sungguh saya sangat menyesal sekali lagi sudah mengenal dengan yg namanya pacaran.


Jembatan Penghubung





Jembatan Penghubung



Ini ada cerita pertama saya yg menggunakan metode menulis dan menyalin, yg memakan waktu tidak lebih sehari. Cerita yg saya tulis ini menceritakan tentang sepasang sahabat yg ... baca dulu ya hehe. Saya tidak menyangka kenapa cerita yg saya buat ini begitu lebay kayaknya, dan bahasa yg saya gunakan juga banyak yg kurang tepat. Maka dari itu, setelah pembaca membaca cerita saya ini, diharapkan untuk memberikan masukan atau saran, agar bisa menjadikan saya lebih baik dalam menulis. Dan untuk pemeran tikoh, bila mana ada kesamaan nama saya mohon maaf, dan juga saya tidak mengharapkan cerita ini benar” terjadi. Ini hanya rekayasa semata, walaupun di luar sana ada juga yg pernah mengalami hal yg hampir sama dengan cerita.


Ustadz Yusuf Mansur Gegerkan Warga Universitas Trunojoyo Madura

Hari ini saya akan bercerita, dimana hari ini hari yang sangat membuat saya takjub. Jauh hari saya kuliah, saya membaca sebuah ...